Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains http://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez <div style="background-color: #74b9da4d; border: 1px solid #bae481; border-radius: 5px; text-align: justify; padding: 10px;"> <p><strong>Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains</strong> is a national journal which published by the Institute&nbsp; of Islamic Studies (IAIN) of Ponorogo managed by Its PGMI department. Ibriez journal, has been publishing both online and print since December 2016. The journal published to facilitate publication of the research result to improve quality and quantity of science. Ibriez journal publishes in twice a year around June and December. This journal also invites the Author who has opus which focus on education, Islam and science to submitted the research result.</p> </div> en-US <p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License"></a><br>This work is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a>.</p> ibriez@stainponorogo.ac.id (Sofwan Hadi) sofwan@stainponorogo.ac.id (Sofwan Hadi) Mon, 03 Dec 2018 00:00:00 +0000 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Mata Kuliah Kewirausahan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa http://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/49 <p><em>The purpose of this study is to find out the differences in student learning outcomes both before and after the application of project based learning models in entrepreneurship courses. The type of research used is classroom action research which aims to determine the improvement of student learning outcomes through the application of project based learning learning models in entrepreneurship courses.</em> <em>The subject of this research is Nusantara PGRI Kediri Primary School Teacher Education Study Program at level IV class E which amounts to 33 students, while the objects in this study are the learning outcomes of PGSD students in entrepreneurship courses.</em> <em>The analysis techniques used are descriptive analysis to determine the differences before and after the application of project based learning models in entrepreneurship courses.</em> <em>T</em><em>he results of data processing using SPSS software there is an increase in student learning outcomes and from the results of the significance test data obtained the value of Sig. (2-tailed) is 0,000 &lt;0,05, so it can be concluded that the application of project based learning models in entrepreneurship courses there is a significant difference.</em> <em>Furthermore, the results of student learning completeness also increased from cycle 1 with an average value of 68%, increasing in cycle 2 with an average value of 85.7%.</em></p> Susi Damayanti, Bayu Surindra ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/49 Mon, 03 Dec 2018 00:00:00 +0000 Higher-Order Thinking Skills: Strategi Kontra Radikalisme Santri Pesantren http://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/51 <p><em>Radikalisme yang merasuki pesantren menurut Tan dapat dicegah dengan mendorong pesantren menerapkan educative tradition guna mengembalikan pesantren pada wajah aslinya, Islamic school with a smiling face, lembaga pendidikan Islam berwajah </em><em>ramah</em><em>. Meski beberapa parameter educative tradition kontradiktif dengan tradisi pesantren </em><em>yang </em><em>menjunjung tinggi kepatuhan total pada kiai, namun beberapa </em><em>lainnya </em><em>penting untuk diterapkan, </em><em>seperti </em><em>mendorong santri-siswa pesantren berpikir kritis dan kreatif. Untuk mewujudkan keduanya santri-siswa, pengelola lembaga pendidikan di bawah holding institution pesantren </em><em>seyogyanya mendesain </em><em>pembelajaran </em><em>yang dapat menghasilkan </em><em>siswa </em><em>memiliki </em><em>keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills/HOTS), yakni tidak hanya puas pada hafalan</em><em> dan pemahaman,</em><em> namun juga </em><em>mengarahkan </em><em>pembelajaran untuk menganalisis masalah dan konsep, mengevaluasi realitas lapangan dan merumuskan problem solving atas masalah sosial. Ikhtiar</em> <em>ini diharapkan menjadi solusi mencegah tekstualisme-fanatisme berpikir yang dapat menjangkit santri dan alumni pesantren.</em></p> Mochammad Zaka Ardiansyah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/51 Fri, 28 Dec 2018 00:00:00 +0000 Penerapan Pembelajaran CLIS dengan Menggunakan Alat Peraga Sederhana Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Pemecahan Masalah http://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/50 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir pemecahan masalah mata pelajaran IPA siswa kelas V di SDN Tawangsari. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V Tawangsari Taman-Sidoarjo. Dengan jumlah siswa 46 orang, terdiri dari 25 orang laki-laki dan 21 orang perempuan. &nbsp;Penelitian tindakan kelas ini akan dilakukan di SD Tawangsari Taman-Sidoarjo. Pada siklus I, rata-rata keterampilan berpikir pemecahan masalah siswa adalah 68,47. Nilai rata-rata untuk Penilaian Harian proses (LKS) adalah 80,67 dengan kriteria sangat baik, dan untuk Penilaian Harian produk (evaluasi) adalah 68,02 dengan kriteria cukup. Pada siklus II, nilai rata-rata keterampilan berpikir pemecahan masalah siswa adalah 76,8. Nilai rata-rata untuk Penilaian Harian proses (LKS) dan produk (evaluasi) adalah 94,35 dan 76,49. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa respon siswa dalam belajar IPA dengan menerapkan pembelajaran CLIS dengan menggunakan alat peraga sederhana dapat meningkatkan keterampilan berpikir pemecahan masalah dan meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa baik proses maupun produk.</p> <p><strong><em>Kata kunci: </em>Pembelajaran <em>CLIS,</em> Alat Peraga Sederhana, Keterampilan Berpikir Pemecahan Masalah</strong></p> Meirza Nanda Faradita ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/50 Sat, 29 Dec 2018 00:00:00 +0000 Peran Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Menulis Arab Melalui Ekstrakurikuler Kaligrafi di MIN 6 Ponorogo http://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/54 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru sebagai motivator dan fasilitator, faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan keterampilan menulis arab melalui ekstrakurikuler kaligrafi bagi siswa kelas 3 MIN 6 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisa data menggunakan teknik <em>Miles dan Huberman</em> meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data ditemukan : Peran guru sebagai motivator dalam mengembangkan keterampilan menulis Arab melalui ekstrakurikuler kaligrafi bagi siswa kelas 3 MIN 6 Ponorogo adalah guru memberikan motivasi atau dorongan kepada siswa yang tidak menyukai kegiatan ekstrakurikuler kaligrafi dengan cara memberikan hadiah atau penghargaan<em>, </em>memberi peringatan dan memberi angka atau penilaian pada siswa yang bisa menulis kaligrafi dengan benar. Sedangkan Peran guru sebagai fasilitator adalah menyediakan sumber belajar seperti buku dan gambar-gambar kaligrafi, memberi bantuan teknis atau arahan kepada siswa-siswi yang mengalami kesulitan cara menulis kaligrafi dengan benar. Faktor pendukungnya adalah dukungan dari pihak sekolah dengan cara menyediakan pensil khat, tenaga pengajar yang kompeten, sarana dan prasarana, dan dukungan dari orang tua dengan mengajari latihan menulis kaligrafi. Adapun faktor penghambatnya adalah perhatian dan semangat siswa yang kurang karena kurang konsenterasi, dan terdapat siswa siswi yang belum lancar menulis Arab.</p> Aliba'ul Chusna, Chamila Kurnia Hidayah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/54 Fri, 28 Dec 2018 00:00:00 +0000 Keefektifan Kalimat pada Lembar Jawaban UAS Mahasiswa IAIN Ponorogo dan Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia http://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/55 <p><em>Dalam ujian tulis, tidak sedikit mahasiswa IAIN Ponorogo yang&nbsp; cara menjawab dan menjelaskan gagasan-gagasannya membingungkan dan tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. </em>&nbsp;<em>Hal ini menyebabkan dosen </em><em>dalam</em><em> mengoreksi menjadi gagal paham karena gagasan yang disampaikan sulit dimengerti. Salah satu penyebabnya &nbsp;adalah ketidakefektifan kalimat yang digunakan. </em><em>Maka dari itu, penelitian ini bertujuan &nbsp;menjelaskan keefektifan kalimat berdasarkan tinjauan fonologi, morfologi, sintaksis/ gramatikal, semantik, dan leksikal serta menjelaskan kebermanfaatannya dalam pembelajaran bahasa Indonesia&nbsp; di IAIN Ponorogo. &nbsp;Untuk menyelesaikan p</em><em>enelitian ini, </em><em>di</em><em>gunakan pendekatan kuali­ta­tif desktriptif. Teknik analisis data berupa analisis tekstual dan deskriptif. </em><em>Hasilnya, dite</em><em>mukan ketidakefektifan kalimat hampir pada semua aspek kebahasaan, baik dari ciri fonologis berkaitan dengan tanda baca (13, 96%) dan ejaan (67,69%), ciri morfologis (8,94%), ciri sintaksis (1,40%), ciri gramatikal (14,52%), ciri semantik (27,69%) </em><em>maupun</em><em> ciri leksikal (1,40%). </em><em>Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dosen pengampu dalam menerapkan pembelajaran bahasa Indonesia pada pokok bahasan kalimat efektif. Sebab, selama ini pembelajaran bahasa Indonesia di IAIN Ponorogo dirasa belum berhasil seratus persen. Hal ini dari kalimat-kalimat yang digunakan mahasiswa untuk menjawab soal-soal ujian akhir semester masih banyak yang tidak efektif. </em></p> Yuentie Sova Puspidalia ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/55 Fri, 28 Dec 2018 00:00:00 +0000 Mengenal Pluralisme Disintegratif Menuju Pluralisme Integratif Masyarakat Beda Agama di Kelurahan Karang, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri http://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/56 <p>Bangsa Indonesia adalah bangas yang plural. Hal ini ditunjukkan dari berbagai macam suku, agama etnis serta beragam budaya yang menjadi simbol ciri khas bangsa kita. Kepluralan ini hendaknya mampu kita sikapi dan eksplor menjadi sebuh komoditi kekayaan, dimana secara subtantif keberadaannya ini bisa menjadikan nilai-nilai investasi yang patut diperhitungkan sebagai asset non fisik untuk bisa dilestaraikan sehingga menjadi modal devisa pariwisata yang luar biasa. Salah satu alasan yang mendasar adalah terbinanya kelestaraian berbagai macam budaya atau simbol-simbol budaya tetap lestari hingga sekarang, tanpa adanya konflik yang berkepanjangan yang kerap kali menjadi penyebab persoalan hancurnya (disintegratif) suatu peradaban.</p> <p>Model-model pluralitas yang kerap kali menjadi momok hancur/lunturnya bahkan hilangnya suatu peradaban menjadi biang keladi sebagai tuduhan klasik penyebab disintegratif sering kali di patahkan dan tidak bisa dibuktikan dimasyarakat kita, terutama masyarakat Karang, Slogohimo, Wonogiri. Peran serta warga serta para tokoh masyarakat menjadi kunci bagaiman terbina ukhuwah dalam kehidupan keberagaman agama, budaya, serta sikap teleransi tinggi yang lebih mengedepankan keharmonisan hidup. Sikap atau nilai-nilai ini terlebur dalam kebiasaan sehari-hari masyarakat dengan terus menjalin rasa tali silaturrahmi demi menjaga setiap perbedaan yang komplek, baik perbedaan agama, budaya, sikap, doktrin-doktrin agama (aliran konsep doktrin NU dan Muhammadiyah atau doktrin/ajaran Protestan dan Katolik) serta ajaran lain yang masih hidup dalam masyarakat disana.</p> <p>Corak dan model kehidupan yang penuh kebhinekaan ini yang tetap menjaga nilai-nilai luhur ini sangat jarang kita temui dalam suatu sistem masyarakat lain disuatu bangsa. Hal ini tentu pantas mendapatkan nilai apresiasi yang tinggi, karena tidak semudah itu melihat kenyataan suatu masyarakat yang multi kultur tanpa di temui adanya percikan atau gesekan berarti. Sepintas mata memandang, masyarakat Karang tak jauh beda dengan masyarakat lainnya yang ada di sekitarnya. Dari segi kehidupan, mata pencaharian, ekonomi, potensi-potensi lain nampak tak berarti bahkan tak layak mempunyai nilai lebih, karna itulah, dengan penulisan ini akan memberikan perspektik informasi lain yang nantinya bisa menjadi rujukan (metode) membangun suatu masyarakat sipil bangsa ini yang penuh kepluraris dengan tetap mengedepankan sikap keharmonis yang lentur.</p> <p>Konsep edukasi seperti diatas tentu akan menjadi ikon dalam mengedepankan upaya penyelesain konflik/isu yang berkepanjangan. Isu-isu publik yang sering kali menawarkan perpecahan bukan hal yang selama ini tidak dapat diselesaikan dengan jalan damai. Akan tetapi, kita sepakat sebut bahwa ajaran atau konsep diatas yang lebih menekankan sikap pluralisme disintegratif (perpecahan) bisa membuahkan hasil dalam wacana sikap plurarisme integratif yaitu penyatuan dan keutuhan kehidupan sosial dengan tetap mengedepan sikap toleransi kemajemukan.</p> Ahmad Sakirin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/56 Fri, 28 Dec 2018 00:00:00 +0000 Pembelajaran Kontekstual Learning dalam Strategi Adaptasi Masyarakat Terhadap Bencana Abrasi Pada Materi Mitigasi Bencana di Kelas X IPS SMA Negeri 1 Kragan http://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/57 <p>Sumber belajar pendidikan mengenai bencana abrasi masih kurang. Sumber belajar mengenai abrasi pantai diharapkan dapat meminimalisirkan resiko bencana abrasi, serta diharapkan pula dengan adanya sumber belajar mengenai bencana abrasi ini mampu menambah wawasan bagi para siswa dan pembaca. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kragan dan Kecamatan Sarang yang termasuk wilayah pesisir Kabupaten Rembang bagian timur. Uji coba suplemen penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Kragan Kabupaten Rembang. Pengembangan materi ajar dilakukan dengan menggunakan pendekatan <em>Research and Development</em>. Sebagai implementasi dalam pendidikan, penelitian ini kemudian diimplementasikan dalam modul pembelajaran berupa Modul Pembelajaran Kontekstual Stategi Adaptasi Bencana Abrasi yang dapat digunakan dalam Materi Mitigasi Bencana di kelas X semester 2 Kurikulum 2013. Hassil uji coba dilakukan di SMA N 1 Kragan dan respon yang diberikan oleh tim ahli, guru geografi dan siswa sangat layak.</p> Lintang Ronggowulan ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/57 Fri, 28 Dec 2018 00:00:00 +0000