Implikasi Asesmen Kompetensi Minimum Dan Survei Karakter Terhadap Pengelolaan Pembelajaran SD

Authors

  • Ria Norfika Yuliandari Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Syamsul Hadi

DOI:

https://doi.org/10.21154/ibriez.v5i2.119

Keywords:

: Implikasi, asesmen kompetensi minimum, survei karakter, tata kelola pembelajaran.

Abstract

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter merupakan salah satu kebijakan merdeka belajar yang digagas oleh Mendikbud yang ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Muatan penilaian dalam kebijakan tersebut meliputi literasi dan numerasi. Memang bukan sesutau yang baru dalam dunia pendidikan kita, namun dalam implementasinya selama ini belum optimal. Sehingga perlu adanya perbaikan pada tata kelola pembelajaran di sekolah dasar agar dapat menyukseskan kebijakan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebijakan AKM dan Survei Karakter serta mendeskripsikan implikasi kebijakan tersebut terhadap tata kelola pembelajaran di Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan studi literature. Hasil dari pembahasan ini adalah bahwa literasi dan numerasi serta karakter sebagai muatan materi dalam kebijakan tersebut ini bukanlah sesuatu yang baru dalam pendidikan kita. Namun, mungkin implementasi nya saja yang masih belum optimal. Untuk itu perlu adanya perbaikan pada tata kelola pembelajaran yang salah salah satunya adalah melalui pendidikan holistic dimana pendidikan harus dapat mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara harmonis yang meliputi potensi intelektual pada aspek kognitif, emosional, fisik, sosial dan estetika sebagai aspek afektif. Selanjutnya, pembelajaran dapat dilakukan melalui strategi pemecahan masalah dengan menerapkan pembelajaran dengan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang dapat dimodifikasi dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter di dalamnya. Pembelajaran dengan berbasis pemecahan masalah ini dinilai dapat mengembangkan ketrampilan literasi dan numerasi siswa. Agar tata kelola pembelajaran dapat berjalan dengan baik maka perlu adanya peran aktif kepala sekolah sebagai manajer yang memiliki wewenang penuh dalam melaksanakan supervise terhadap kinerja guru. Dengan peran aktif kepala sekolah diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang berkualitas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alberta Government. (2013). Why is numeracy so important? https://education.alberta.ca/media/3402195/num-fact-sheet.pdf

Alexander, N. A. (2009). Policy Analysis For Educational Leaders.

Antasari, I. W. (2017). Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Tahap Pembiasaan. 9(1), 367–373. https://www.jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/libria/article/view/1680/1221

Alberta Government. (2013). Why is numeracy so important? https://education.alberta.ca/media/3402195/num-fact-sheet.pdf

Alexander, N. A. (2009). Policy Analysis For Educational Leaders.

Antasari, I. W. (2017). Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Tahap Pembiasaan. 9(1), 367–373. https://www.jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/libria/article/view/1680/1221

Bakry, A. (2010). Kebijakan Pendidikan sebagai Kebijakan Publik. Jurnal MEDTEK, 2(April), 1–13.

Bolman, L. G., & Deal, T. E. (2017). Reframing Organizations. In Reframing Organizations. https://doi.org/10.1002/9781119281856

Burhanuddin, A. (2017). Tata Kelola Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif Dan Menyenangkan (Paikem) Di Sma Pondok Pesantren Immim Makassar. Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 1(1), 34–51. https://doi.org/10.24252/idaarah.v1i1.4082

Deborah Stone. (2012). Policy Paradox (Third Edit). Norton & Company.

Ginsburg, L., Manly, M., & Schmitt, M. (2006). The Components of Numeracy. NCSALL Occasional Paper. National Center for the Study of Adult …, December. http://eric.ed.gov/?id=ED495440

Goodwin, A. L. (2010). Globalization and the preparation of quality teachers: Rethinking knowledge domains for teaching. Teaching Education, 21(1), 19–32. https://doi.org/10.1080/10476210903466901

Haryani, E. (2017). Pengaruh Iklim Organisasi Sekolah dan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Manajemen Pembelajaran untuk Mewujudkan Kinerja Guru. Jurnal Pendidikan Universitas Garut, 11, 77–87.

Hidayah, L. (2017). Implementasi Budaya Literasi di Sekolah Dasar Melalui Optimalisasi Perpustakaan: Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri di Surabaya. JU-Ke (Jurnal Ketahanan Pangan), 1(2), 48–58.

Hidayah, N. (2013). Ujian Nasional Dalam Perspektif Kebijakan Publik. 7(1), 35–40. https://doi.org/10.13170/jp.7.1.2053

Hidayat, M. H., Basuki, I. A., & Akbar, S. (2018). Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 2017, 810–817.

Huitt, W. (2011). A Holistic View of Education and Schooling: Guiding Students to Develop Capacities, Acquire Virtues, and Provide Service William. Annual International Conference Sponsored by the Athens Institute for Education and Research (ATINER), May 24-27, Athens, Greece.

Inriyani, Y., Wahjoedi, W., & Sudarmiatin, S. (2016). Peran Kegiatan Ekstrakurikuler untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS. Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Kerjasama Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, 1, 1–7. https://doi.org/http://pasca.um.ac.id/conferences/index.php/gtk/article/download/246/233

Jonas, N. (2018). Numeracy Practices and Numeracy Skills among Adults. OECD Education Working Paper No. 177, 177. https://doi.org/10.1787/8f19fc9f-en

Judiani, S. (2010). Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Melalui Penguatan Pelaksanaan Kurikulum. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 16(9), 280. https://doi.org/10.24832/jpnk.v16i9.519

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Materi Pendukung Literasi Numerasi. Gerakan Literasi Nasional, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. (2020). Mendikbud Tetapkan Empat Pokok Kebijakan Pendidikan “Merdeka Belajar.” Www.Kemdikbud.Go.Id, 2019–2020. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/12/mendikbud-tetapkan-empat-pokok-kebijakan-pendidikan-merdeka-belajar

Ketut, N., & Kusuma, S. (2017). Dampak Pelaksanaan Ujian Nasional Terhadap Motivasi Belajar , Moral Siswa Dan Eksistensi Guru. 2, 77–87.

Maryani Abdullah. (2013). Tata kelola pembelajaran. Eklektika, 1(2), 189–204.

Melfianora. (2017). Penulisan Karya Tulis Ilmiah Dengan Studi Literatur. Studi Litelatur, 1–3.

Na’im, Z. (2018). Konsep Dasar Dan Tata Kelola Manajemen Peserta Didik Di Sekolah. Journal EVALUASI, 2(2), 499. https://doi.org/10.32478/evaluasi.v2i2.168

Neill, A. W. (2001). The essentials of numeracy. New Zealand Association for Research in Education, 1973.

Novarina, G. E., & Santoso, A. (2019). Model Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 2016, 1448–1456.

Sarifudin. (2019). Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Vol. 02, No. 01, Januari 2019. 02(01).

Segers, E., Kleemans, T., & Verhoeven, L. (2015). Role of Parent Literacy and Numeracy Expectations and Activities in Predicting Early Numeracy Skills. Mathematical Thinking and Learning, 17(2–3), 219–236. https://doi.org/10.1080/10986065.2015.1016819

Shoimah Nuzilatus, R. (2008). Implementasi Gerakan Literasi di Sekolah ( Studi Kasus di SDN Karah 1 Suarabaya). Jurnal Pendidikan Dasar Islam Mida, 1(2).

Silverius, S., Hidayah, N., Psikologi, D., Persepsual, D. A. N., & Dalam, S. (2010). Dampak psikologi, fisik, dan persepsual siswa dalam menghadapi ujian nasional berbasis komputer. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 7(1), 194. https://doi.org/10.24832/jpnk.v16i2.446

Suyono. (2009). Pembelajaran Efektif dan Produktif Berbasis Literasi: Analisis Konteks, Prinsip, dan Wujud Alternatif Strategi Implementasinya di Sekolah. Bahasa Dan Seni, 37(2), 203–217. http://jurnal-online.um.ac.id/data/artikel/artikelE81BFBD3CD7A6F4C9ABF8B14D8C4145B.pdf

Suyono, Harsiati, T., & Wulandari, I. S. (2014). Implementasi gerakan literasi sekolah pada pembelajaran tematik di sekolah dasar. Jippsd, 2(1), 116–123.

Tyas, F., & Pangesti, P. (2018). MENUMBUHKEMBANGKAN LITERASI. 5, 566–575.

UU Sisdiknas. (2003). Tentang Sistem Pendidikan Nasional,. http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/UU20-2003Sisdiknas.pdf

Van Kraayenoord, C. E., & Elkins, J. (2004). Learning Difficulties in Numeracy in Australia. Journal of Learning Disabilities, 37(1), 32–41. https://doi.org/10.1177/00222194040370010401

Widyastono, H. (2012). Muatan Pendidikan Holistik dalam Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 18(4), 467. https://doi.org/10.24832/jpnk.v18i4.102

Wiliandani, A. M., Wiyono, B. B., & Sobri, A. Y. (2016). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH), 4(3), 132–142. https://doi.org/10.17977/JPH.V4I3.8214

Wood, R., & Ashfield, J. (2008). The use of the interactive whiteboard for creative teaching and learning in literacy and mathematics: A case study. British Journal of Educational Technology, 39(1), 84–96. https://doi.org/10.1111/j.1467-8535.2007.00703.x

Zuchdi, D., Prasetya, Z. K., & Masruri, M. S. (2010). Pengembangan Model Pendidikan Karakter Terintegrasi Dalam Pembelajaran Bidang Studi Di Sekolah Dasar. 1(3), 1–12. https://doi.org/10.21831/cp.v1i3.224

Published

2020-12-31